Sunday, September 20, 2015

Filled Under:

Sejarah Linux



Pada akhir tahun 1991, “Linux” mulai dikenal oleh kalangan pengguna internet. Saat itu kehadirah Linux masih belum menarik perhatian banyak orang, apalagi mengusik raksasa software dunia sekelas Mircosoft, Borland, Apple, Novell, dan lain-lain. Sebelum lebih lanjut kita lihat sekilas sejarah perkembangan UNIX yang menjadi cikal bakal Linux. UNIX adalah salah satu sistem operasi dari sekian banyak pilihan yang ada. Beberapa nama sistem operasi yang popular diantaranya: DOS, Windows 9x/NT/Me/2000/XP, Novell, OS/2, BeOS, MacOS, dan masih banyak lagi.
Sejarah UNIX dimulai padda tahun 1965 ketika itu para ahli dari Bell Labs, sebuah laboratorium milik AT&T bekerja sama dengan MIT dan General Electric membuat sistem operasi bernama Multics. Multics didesain dengan beberapa keunggulan seperti multiuser, multiprocessor, dan multilevel (hirarki) filesistem. Akan tetapi pada tahun 1969, AT&T akhirnya menghentikan proyek pembuatan Multics, karena Multics dianggap  sudah tidak sesuai dengan harapan semula serta sulit dioperasikan.
Beberapa program Bell Labs yang terlibat dalam pembuatan Multics, yaitu Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday, dan Doug Mcllroy, secara tidak resmi melanjutkan pembuatan generasi baru Multics. Akhirnya pada bulan Januari 1970, lahirlah sebuah sistem operasi baru yang diberi nama UNIX. UNIX memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan Multics. Nama UNIX diberikan oleh Brian Kernighan untuk memberi penegasan bahwa UNIX bukanlah Multics. UNIX memiliki keunggulan sebagai berikut:
1.   Multilevel (hirarki) filesistem
2.   Multiuser
3.   Multiprocessor
4.   Disain arsitektur yang independen terhadap suatu hardware
5.   Berbagai device dapat dianggap sebagai file khusus
6.    Memiliki user interface yang sederhana
7.   Cocok utnuk lingkungan pemograman
8.   Memiliki berbagai utilitas yang dapat saling dihubungkan

Pada tahun 1971, UNIX dapat berjalan pada computer PDP-11 yang memiliki 16 Kbyte dan sebuah harddisk berukuran 512 Kbyte. Pada waktu itu source code UNIX masih ditulis dalam bahasa mesin (assambier). Kemudian pada tahun 1973 source code UNIX diulis ulang ke dalam bahasa C yang dibuat oleh Dennis Ritchies.
Bahas C didesain multiplatform dan bersifat fleksibel. Setahun kemudian Thompson dan Ritchie mempublikasikan sebuah paper tentang UNIX, da nada lebih 250 vaian UNIX telah dikembangkan ke berbagai jenis computer. Da yang bersifat komersial da nada juga yang bersifat free. Beberpa varian UNIX yang popular diantaranya: BSD 4.1 (1980), SunOS, BSD 4.2, SysV (1983), UnixWare dan Soliris 2 (1988), dan X/OPEN (1994). Sedangkan system operasi UNIX yang dikembangkan dengan open source atau free diantaranya: FreeBSD, OpenBSD, NetBSD, Minix, Hurd. Kemudian pada tahun 1994 Santa Cruz Operations dan Hawlett-Packard mengumumkan akan membuat sebuah operasi UNIX 64.

Nah lalu apa itu Linux ? Linux adalah sistem operasi yang cara kerja maupun style-nya mirip UNIX, Linux mula-mula dibuat oleh mahasiswa dari Universitas Helsinki di Finlandia bernama Linus Torvalds. Linus membuat sistem operasi sendiri yang mirip dengan Minix. Minix merupakan salah satu jenis UNIX yang dibuat untuk keperluan pendidikan dan pengajaran. Linus mulai mengembangkan sistem operasi untuk komputer IBM PC kompatibel pada bulan Agustus 1991. Sistem operasi buatannya kemudian diberi versi 0.01. Pada tanggal 5 Oktober 1991, secara resmi Linus mengumumkan versi Linux 0.02 di Internet. Saat itu Linux hanya dapat menjalankan shell bash yang lengkap dengan source code-nya.
Linux bersifat open source dan lisensinya adalah GNU (General Public License(GPL)). GNU berada dibawah pengawasan Free Software Foundations, source code dari aplikasi-aplikasi GNU boleh didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Hingga saat ini telah berkembang berbagai varian atau distro Linux, seerti: Mandrake, Debian, RedHat, Slackware, SuSE, WinLinux2000, MkLinux, LinuxPPC, Yellowdog, dan masih banyak lagi.
Pada mulanya Linux hanya dapat menjalankan sebuah shell bernama bash, setelah mendapat dukungan dari berbagai kalangan, kini Linux tersedia ribuan aplikasi baik untuk mode teks maupun mode grafis. Sebagian besar aplikasi Linux bersifat open source. Fasilitas grafis di Linux memanfaatkan X window ( Bukan windows) yang mula-mula dikembangakan oleh MIT. Sehingga pengguna Linux dapat mengoperasikan komputer menggunakan mouse seperti yang biasa dilakukan oleh pengguna Windows atau Mac OS.
Pada mulanya Linux hanya dapat dijalankan pada komputer yang menggunakan processor Intel 336. Peripheral yang didukung masih terbatas, Linux hanya mengenali harddisk IDE, keyboard standard an monitor standar. Belum ada dukungan untuk printer, scanner, TV Tuner, sound card, modem, MP3 Player, flash disk dan sebgainya.
Setelah lebih dari sepuluh tahun berlalu, kemudian Linux dapat mengenali alat input/output, disk, Ethernet card, sound card, dan peralatan lain yang popular. Dengan demikian Linux dijadikan sebagai sebuah sistem operasi alternative pengganti Windows, bahkan sebagian besar aplikasi Windows dapat digantikan dengan aplikasi Linux. Dari segi kualitas tidak kalah bagus dengan aplikasi Windows. Saat ini Linux cenderung mengarah menjadi sebuah sistem operasi desktop, Linux semakin cantik, userfriendly, easy-to-usedan nyaman dipakai.


Referensi: (Iwan Sofana (Buku) Mudah Belajar Linux)

0 komentar:

Post a Comment

Copyright @ 2013 Blognya anak TKJ.