Monday, September 23, 2013

Filled Under:

Listrik Statis dan Teori Atom

Listrik Statis
Listrik statis ditemukan beberapa abad lalu dan ditemukan  pada suatu bahan yang secara misterius dapat menarik satu sama lain setelah saling digosokkan. Contoh: secarik kain yang digosok-gosokkan dengan gelas, setelah itu kain dan gelas tersebut saling tarik menarik. Ada suatu gaya tarik yang dapat didemonstrasikan bahkan saat kedua bahan ini dipisahkan:
Bukan hanya bahan kain dan gelas saja yang diketahui berkelakuan demikian. Seseorang yang pernah menggosok-gosokkan balon karet juga mendapatkan fenoma seperti ini juga. Lilin dan kain wool juga merupakan bahan yang diketahui dapat menghasilkan gaya tarik saat keduanya saling digosokkan:
Fenomena ini menjadi semakin menarik ketika ditemukan bahwa bahan yang sejenis, setelah saling digosokkan ternyata keduanya tidak saling tarik menarik, tetapi saling tolak-menolak:
Diketahui juga bahwa saat sepotong gelas digosokkan dengan kain lalu didekatkan dengan lilin dan wol, ternyata bahan-bahan ini saling tarik-menarik:
Lebih jauh lagi, ditemukan bahwa bahan-bahan ini dapat dikelompokkan sifat tarik atau menolaknya setelah digosok menjadi dua kategori yang berbeda yaitu: menarik gelas dan menolak lilin, atau menolak gelas dan menarik lilin. Tidak ditemukan bahan dapat menarik atau menolak baik itu gelas atau lilin, dan tidak ada juga benda yang tidak bereaksi apabila didekatkan dengan gelas atau lilin.
Beberapa peneliti berspekulasi bahwa “fluida” yang tak nampak ditransfer dari satu objek ke objek lainnya selama proses penggosokan, dan “fluida” ini dapat menghasilkan gaya fisik dalam jarak tertentu. Charles Dufay adalah peneliti pertama yang mendemonstrasikan bahwa ada  dua jenis perubahan yang berbeda dibuat dengan cara menggosokkan sepasang objek tertentu. Kenyataanya ada lebih satu jenis perubahan pada suatu bahan dilihat dari fakta ada dua jenis gaya yang dihasilkan yaitu: tarikan dan tolakan. Hipotesis transfer “fluida” ini dikenal sebagai sebuah muatan.
Seorang pelopor penelitian, Benjamin Franklin, menyimpulkan bahwa hanya ada satu fluida yang ditukar diantara benda yang digosok, dan kedua muatan berbeda itu dapat berupa kelebihan atau kekurangan  fluida. Setelah eksperimen dengan lilin dan wol, Franklin menyatakan bahwa wol yang kasar memindahkan beberapa fluida yang tak nampak dari lilin yang halus, menyebabkan kelebihan fluida dalam wol dan kekurangan fluida pada lilin. Hasil perbedaan dari isi fluida antara wol dan lilin kemudian menyebabkan sebuah gaya tarikan, karena fluida itu mencoba kembali ke bentuk awalnya dari kedua bahan ini.
Dalil tentang fluida yang menyatakan kelebihan dan kekurangan pada proses gosokan ini adalah cara terbaik untuk mendiskripsikan kelakuan: bahwa semua bahan akan masuk kesalah satu dari dua kategori ketika digosok, dan yang terpenting, bahwa dua bahan yang digosokkan satu sama lain akan selalu masuk ke kategori yang saling berlawanan karena gaya tarikan yang dihasilkan dintara keduanya. Dengan kata lain, tidak mungkin dua bahan yang digosok satu sama lain akan menjadi baik itu sama-sama positif ataupun sama-sama negatif.
Melanjutkan spekulasi dari Franklin yang telah bereksperimen dengan menggosok wol dengan lilin, jenis muatan yang diasosiasikan dengan lilin yang digosok ini selanjutnya disebut “negatif” (karena ia dianalogikan kekurangan fluida) sedangkan jenis muatan yang berasosiasi dengan wol yang digosok disebut dengan “positif” (karena ia dianalogikan dengan kelebihan fluida).  Tetapi , dia tidak tahu kalau dari analogi inilah, dia telah membuat para murid yang mempelajari listrik menjadi sedikit bingung (para pelajar sering dibuat bingung dengan arah arus konvensional dengan arah arus elektron).
Pengukuran muatan listrik yang presisi dilakukan oleh seorang pakar fisika asal Prancis, Charles Coulomb pada tahun 1780 menggunakan alat yang disebut torsional balance (keseimbangan torsi) untuk mengukur gaya yang dihasilkan diantara dua objek bermuatan listrik. Untuk menghargai kerja keras Coulomb ini, maka satuan untuk muatan listrik disebut coulomb. Bula dua “titik” objek (secara hipotesis, titik tidak mempunyai luas) sama-sama  mempunyai muatan sebesar 1 coulomb, dan jarak satu sama lain sebesar 1 meter, maka dua titik ini akan menghasilkan sebuah gaya sekitar 9 miliar newton(kira-kira 2 miliar pound),  yang saling menarik atau saling menolak tergantung dari jenis muatan keduanya (kalau sejenis tolak menolak, kalau berlainan jenis tarik menarik). Definisi dari satuan listrik satu coulomb (dalam terminologi menghasilkan gaya diantara titik bermuatan) adalah sama dengan kelebihan atau kekurangan muatan sebesar 6,250,000,000,000,000,000  elektron. Atau sebaliknya, sebuah elektron mempunyai muatan sebesar 0.00000000000000000016  coulomb. Dari nilai itu dapat diketahui bahwa elektron adalah suatu objek pembawa muatan yang sangat kecil sekali, selanjutnya elektron disebut sebagai muatan elementer (elementary charge).
Penemuan selanjutnya diketahui bahwa fluida ini sebenarnya tersusun atas potongan benda yang sangat kecil yang disebut elektron, nama elektron berasal dari bahasa yunani kuno. Eksperimen selanjutnya menemukan bahwa semua benda tersusun atas “blok bangunan” yang sangat kecil disebut atom, dan atom-atom ini tersusun atas komponen yang lebih kecil disebut partikel. Tiga Partikel penting yang menyusun atom adalah proton, neutron, dan elektron. Kebanyakan atom memiliki kombinasi proton, neutron, dan elektron, tetapi tidak semua atom mempunyai neutron, contohnya adalah protium (1H1). Protium adalah isotop dari hidrogen (hidrogen-1) yang merupakan unsur paling ringan. Hidrogen hanya terbentuk dari satu proton dan satu elektron. Atom terlalu kecil untuk dilihat, tetapi apabila kita dapat melihatnya, kurang lebih gambarnya seperti ini:
Walaupun tiap atom pada suatu benda cenderung saling terikat bersama sebagai satu kesatuan, tetapi sebenarnya ada celah kosong diantara elektron dan sekelompok poroton dengan neutron dibagian tengah.
Model kasar atom diatas adalah atom dari karbon, dengan enam proton, enam neutron, dan enam elektron. Pada banyak atom, proton dan neutron terikat sangat kuat satu sama lain. Ikatan yang kuat antara proton dengan neutron dibagian tengah disebut sebagai nukleus (inti), dan jumlah proton pada nukleus atom menentukan sifat dari elemen tersebut: bila anda mengubah nomor proton pada nukleus atom, berarti anda mengubah tipe atom tersebut. Pada kenyataannya, apabila anda berhasil membuang tiga buah proton dari timah, anda akan berhasil mewujudkan impian pakar kimia untuk meghasilkan atom emas (lihat nomor atom pada tabel periodik unsur). Tetapi ikatan kuat antara proton dan neutron dibagian nukleus membuat impian pakar kimia ini sulit terwujud.
Neutron-neutron kurang berpengaruh pada karakter kimia dan identitas dari sebuah atom dari pada proton, walaupun neutron ini sangat sulit ditambah atau dipindahkan dari nukleus, pada ikatan yang sangat kuat. Bila neutron ditambah atau dikurangi, atom itu masih tetap identitas kimianya, tetapi massanya akan berubah sedikit. Proses pengurangan neutron ini biaisanya berkaitan dengan nuklir seperti radioaktivitas.
Namun, elektron lebih bebas dalam bergerak mengelilingi atom daripada proton dan neutron. Faktanya, elektron dapat bergerak bahkan meninggalkan atom. Namun membutuhkan energi. Apabila hal ini terjadi, atom masih memiliki sifat asli kimianya, tetapi akan terjadi ketidakseimbangan. Elektron dan proton adalah unik, mereka saling tarik-menarik pada jarak tertentu. Tarikan pada jarak tertentu ini menyebabkan gaya tarikan diantara objek yang digesek, dimana elektron akan meninggalkan atom aslinya dan bergabung ke atom yang lainnya pada objek itu.
Elektron cenderung menolak elektron lain dalam jarak tertentu, begitu pula suatu proton dengan proton yang lainnya.Satu -satunya alasan proton-proton terikat pada nukleus atom dikarenakan adanya gaya lebih yang disebut gaya nuklir yang kuat yang  hanya berpengaruh pada jarak yang sangat dekat. Karena tarikan/tolakan diantara partikel, elektron-elektron dan proton-proton dikatakan memiliki muatan listrik yang berlawanan. Tiap elektron memiliki muatan negatif, dan proton memiliki muatan positif. Elektron dan proton berjumlah sama dalam suatu atom, mereka saling berinteraksi menyebabkan muatan total pada suatu atom sama dengan nol (atom netral). Inilah mengapa gambar atom karbon di atas memiliki enam elektron : untuk menyeimbangkan muatan listrik maka jumlah protonnya juga enam buah yang terletak di inti (nukleus) atom. Bila ada elektron yang terlepas atau bergabung pada atom, maka muatan listrik pada atom menjadi tidak seimbang. Elektron bergerak meniggalkan satu atom dan berpindah ke atom terdekat lainnya. Neutron tidaklah ditarik atau ditolak oleh elektron, proton, atau oleh sesama neutron, karena neutron tidak mempunyai muatan sama sekali.
Proses elektron datang dan berpidah adalah kejadian yang terjadi saat anda menggosokkan dua benda: elektron dari satu atom diberi gaya dari gosokan untuk meninggalkan atom tersebut dan ditransfer ke atom lainnya pada benda yang lain. Dengan kata lain, elektron adalah sama dengan “fluida” pada hipotesa yang disampaikan oleh Benjamin Franklin.
Hasil dari ketidakseimbangan fluida (elektron) antar objek disebut listrik statis (static electricity). Disebut “statis” karena perpindahan elektron cenderung tetap/statis setelah berpindah dari suatu material ke material lainnya. Pada kasus lilin dan wol, eksperimen lebih jauh menyatakan bahwa elektron pada wol sebenarnya ditransfer ke atom pada lilin, ini berlawanan dengan perkiraan Franklin. Sebagai penghargaan untuk Franklin yang menyatakan bahwa lilin bermuatan “negatif” dan wol bermuatan “positif”, elektron dikatakan memiliki pengaruh muatan negatif. Sehingga, sebuah atom yang menerima kelebihan elektron dikatakan bermuatan negatif, sementara itu sebuah objek yang atomnya kekurangan elektron dikatakan bermuatan positif, penanda ini selanjutnya akan membuat kebingungan. Waktu demi waktu berlalu sejak penemuan Franklin ini hingga “fluida” elektris alami ditemukan, aturan Franklin tentang penanda muatan ini tidak berubah bahkan tetap berlaku hingga sekarang.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright @ 2013 Blognya anak TKJ.